Tampilkan postingan dengan label POLITIK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label POLITIK. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Februari 2018

DESA PENGKOL HARAPKAN PERHATIAN PEMDA




Laporan – Panut
Wartawan  MONOPOLI

PONOROGO - Desa Pengkol Kecamatan Kauman berpenduduk 3.334 jiwa, tersebar di 16 RT, terdiri 3 Kamituan. Sebagian besar penduduknya berprofesi petani mengingat lahan pemukiman penduduk lebih rendah dari desa – desa tetangga otomatis desa Pengkol menjadi tadah air dimusim hujan, selalu menjadi langganan banjir, rumah – rumah penduduk masih banyak blumbang, jalan – jalan desa cepat rusak karena tergenang air, pemukiman warga terlihat kumuh banyaknya genangan air disekitar rumah, desa pengkol sangat perlu penataan jalan, penataan irigasi saluran air dan penataan rumah penduduk, sangat perlu penyuluhan kesehatan air minum dan penyuluhan lingkungan sehat, penerangan lampu jalan sangat dibutuhkan, hal ini untuk mencegah bibit penyakit terutama sarang - sarang nyamuk, juga sangat membutuhkan sumber air minum yang bersih dan sehat maka sangat dibutuhkan petugas – petugas kesehatan di Polindes, faktor kesehatan akan menentukan pendidikan dan kemajuan sumber daya warga masyarakat.

Dana desa dan anggaran dana desa tahun 2016 digunakan untuk membiayai pembangunan talut 2 titik, rabat jalan masuk 2 titik, drainase 2 titik, makadam jalan 1 titik, dilanjutkan program kerja tahun 2017 untuk membangun rehab balai desa, pembangunan talut 2 titik, drainase 3 titik, jembatan dukuh  1 titik, rabat jalan masuk 3 titik, dan pernerangan jalan dukuh Keling, tutur Ki Demang Sutomo.

Tugas berat Ki Demang Sutomo untuk menyulap desa Pengkol menjadi kota harapan bisa menjadi taman kota, taman wisata, hiburan sekaligus taman ekonomi masyarakat mengingat desa pengkol tidak jauh dari kota, dekat rumah sakit umum, syukur kalau kantor kepolisian, pusat pusat pendidikan bisa bergeser ke wilayah pengkol, masterplan tata kota sangat diharapkan mengangkat desa - desa di pinggiran kota.

Program pembangunan yang sudah dilaksanakan atas dasar usulan warga masyarakat dilaksanakan diawasi dan dimanfaatkan oleh warga masyarakat, tranparasi komunikasi koordinasi terjalin dengan baik, semua ini demi mewujudkan desa pengkol sejahtera, kata Ki Demang Sutomo Al Muhammad Fadil S pd. ( PAN )   

DIDUGA JEMBATAN PERMANENT GAGAL KONTRUKSI




Laporan - ALIAS
Wartawan MONOPOLI

KENDARI - Pantauan awak Media Monopoli terkait pekerjaan Jembatan Permanen Yang       terletak di Desa Malaringgi Kecamatan Laonti Kabupaten Konawe Selatan dengan ukuran jembatan panjang ± 6 meter, lebar ± 3 meter, penggunaan anggaran dana desa tahun 2016 dengan anggaran pekerjaan Rp. ± 310.000.000 Sudah termasuk pekerjaan Talud. 

Kini kondisi jembatan tersebut sudah ambruk di duga kuat kontruksi jembatan tersebut tidak sesuai bestek asal jadi di kerja karena tidak adanya consultan tehnik baik dalam perencanaan kegiatan maupun di mulainya pekerjaan tersebut, bahkan lemahnya pengawasaan dari Dinas terkait maupun pendamping Desa kegiatan tersebut hal ini sangat di sesalkan belum di manfaatkan oleh masyarakat jembatanya sudah ambruk duluan dan ini sudah jelas anggaran pekerjaan jembatan dan talud telah merugikan keuangan Negara,  ironisnya lagi asas manfaat jembatan tersebut tidak ada karena di buat di tengah kebun masyarakat. Ungkap awak media ini.

 Di mana peran inspektorat kabupaten Konawe Selatan yang sering di jadikan tameng oleh kades karena setiap wartawan maupun LSM  untuk mengkonfirmasi pekerjaan Kades sering memberikan jawaban bahwa sudah di periksa dengan inspektorat  ini yang terjadi sebagian Kades di Konawe Selatan

            Sumber di masyarakat setempat yang minta di rahasiakan namanya menuturkan di awak Media ini hanya sekitar kurang lebih Delapan Bulan pak Jembatan dan talud tersebut ambruk akibat hujan ini sudah jelas kontruksi jembatan tersebut tidak kuat lain halnya keterangan tim pengelolahan kegiatan singkat memberikan keterangan, bahwa kami hanya kerja pak yang tau semuanya Pak Desa ungkap TPK.

            Terkait masalah ini, Kades Malaringgi untuk di konfirmasi terkait Ambruknya jembatan ini sering menghindar untuk di temui oleh awak Media.

             Dengan adanya Pemberitaan ini di minta agar penegak hukum di Sultra maupun penegak hukum di Kabupaten Konawe Selatan untuk menindak lanjuti pemberitaan ini karena kades Malaringgi telah gagal dalam pengelolaan dana Desa tersebut.

Paket Sukma, Mengarahkan Solusi Menguragi Kemiskinan Melalui Pendidikan




LOMBOK TIMUR - Pondok Pesantren Al-muktariah Al-islamiah telah megadakan sosilisasi dan bersamaan dengan haul Almagfurulahu TGH. Afifuddin Adnan yang ke-12 kemarin bertempat di Dusun Lengkok Tengak, Desa Mamben Lauk, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur, NTB berjalan lancar sesuai rencana.Untuk itu kunjugan Sukiman Azmi dalam acara tersebut, memberikan pegarahan kepada pendegar para jamaah setempat salah satu cara untuk mengatasi kemiskinan salah satunya diantaranya adalah melalui pendidikan. 

“ilmu merupakan awal merubah segala galanya, masyarakat lemah dari faktor pendidikan warga maju disebabkan faktor itu pula, dari ilmu kita megetahui mana yang baik dan mana yang buruk bisa kita megarahkan diri sendiri maupun keluarga melalui momentum ini mari kita membagun Lombok Timur saling bahu membahu untuk mendorong semagat mencintai ilmu.”

Ditempat yang mulia ini, lebih lebih sudah disiapkan tempat mencari ilmu yakni berbagai yayasan atau pondok pesantren telah dibentuk oleh para alim ulama sebagai wadah pegembagan diri, tuturnya.
Terpisah,  kami berharap dukugan dari calon bupati paket Sukiman- Rumaksi (SUKMA memberikan motifasi baik moril maupun materil nanti sehingga terlaksana dengan sukses kedepannya guna mecerdaskan kehidupan bangsa terutama generasi muda kita bersama sesuai dengan apa direncanakan, cetus Hambali sebagai panitia acara tersebut.

Dalam kegiatan ini Hambali Almukhtari megatakan “setelah acara ini nanti kedepannya kami akan megadakan kegiatan untuk masyarakat (jamaah) serta anak didik atau santri disini untuk menghafal ayat-ayat Alquran seperti tempat lain, maka oleh karena itu dalam persiapan ini akan kita bentuk terutama para jamaah melakukan metode one day one ayat”.

Lanjutnya, sebagai pelaksanaan metode tersebut butuh untuk pelaksanaan syiar membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan dan waktu, sesorang perlu punya komitmen harus meluangkan waktu setiap hari dalam menghafal apalagi bagi orang sudah dewasa atau tua perlu pelatihan sedikit demi sedikit.
Maka pelaksanaan ini kita berharap dukugan dari semua pihak, terutama yang kami calonkan dari Pak Sukiman Azmi, baik pemerintah nanti maupun masyarakat untuk sama sama memberikan peratian dikalagan majelis ilmu demi tercipta keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT dan memajukan dunia pendidikan sehingga tercapai apa yang kita dicita-citakan bersama kedepannya mudah terwujud, tutupnya.